Silahkan Share Info Bermanfaat IniShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Apa Saja Fasum dan Fasos di Perumahan?

Fasum adalah fasilitas yang diadakan untuk kepentingan umum. Contoh dari fasum adalah seperti jalan, angkutan umum, saluran air, jembatan, fly over, under pass, halte, alat penerangan umum, jaringan listrik, banjir kanal, trotoar, jalur busway, tempat pembuangan sampah, dan lain sebagainya.

Fasos adalah fasilitas yang diadakan oleh pemerintah atau pihak swasta yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum dalam lingkungan pemukiman. Contoh dari fasos adalah seperti puskemas, klinik, sekolah, tempat ibadah, pasar, tempat rekreasi, taman bermain, tempat olahraga, ruang serbaguna, makam, dan lain sebagainya.

Penghuni kompeks permukiman bisa melakukan gugatan class action jika pengembang tidak membangun fasilitas perumahan yang dijanjikan pada saat transaksi. Berdasarkan undang-undang no.8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, gugatan terhadap pengembang juga bisa dilakukan secara individu. Pada prinsipnya, penghuni sebuah kompleks perumahan adalah konsumen atau pengguna akhir dari suatu produk barang atau jasa.

Dari mulai fasilitas yang tidak sesuai dengan brosur penawaran sampai soal cicilan lunas tapi sertifikat tidak keluar. Selain itu, juga masih banyak pengembang yang tak menyediakan fasum dan fasos sesuai aturan.

MEG1

Apa Saja Fasum dan Fasos di Perumahan?

Ancaman bagi pengembang yang tidak melakukan kewajiban membangun fasum dan fasos adalah denda hingga 2 milyar rupiah, atau penjara selama 5 tahun. Izin membuka perumahan pada pengembang tidak dapat dikeluar kan jika belum memenuhi persyara tan yang telah ditetapkan.
Diantaranya, perumahan yang dibangun harus dilengkapi fasum dan fasos.

Perbandingan antara luas fasum dan fasos dengan luas permukiman adalah sekitar 40 banding 60. Meskipun perbandingan tersebut tergantung besar kecilnya kompleks peruma han yang dibangun. Untuk perumahan kecil, yang luas arealnya kurang dari 5000 m2, lahan fasum-fasos bisa 20 atau 30 %.

Fasum dan fasos juga harus tercantum dalam site plan, untuk menjadi salah satu persyaratan izin. Selain itu, pengembang juga diharuskan menyediakan areal pemakaman seluas 2 % dari total lahan yang dikembangkan.

Sedikit ulasan tentang apa saja fasum dan fasos di perumahan dari www.rumahklaten.com semoga ulasan ini bermanfaat.

Saat menghubungi penjual, sertakan info dari www.rumahklaten.com
Silahkan Share Info Bermanfaat IniShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn
Categories: Tips Rumah Klaten

Comments are closed.