Silahkan Share Info Bermanfaat IniShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Beda Tanah Basah dan Tanah Kering

Persoalan jual tanah mempertimbangkan banyak hal. Seperti status kepemilikan tanah dan status fungsi lahan. Berkaitan dengan status fungsi lahan dapat dibedakan jadi dua yaitu tanah basah (wetland) dan tanah kering (Dryland).

Lahan basah (wetland) adalah lahan pertanian dengan kondisi fisik permukaan yang tertutup oleh air, baik air tawar ataupun asin. Lahan basah dapat berupa lahan asli atau lahan basah buatan, yang dibuat untuk usaha pertanian. Lahan basah dapat berada di aliran sungai, pantai, maupun kolam atau tambak.

Lahan kering (dryland) merupakan jenis lahan pertanian dengan kondisi tanah yang kering atau sedikit mengandung air. Lahan kering ini mengandalkan air hujan atau sumber air yang tidak terlalu besar untuk membuat usaha pertanian dapat berjalan sesuai dengan harapan. Lahan pertanian kering biasanya digunakan sebagai tempat untuk menanam tanaman berbatang keras atau sayuran yang tidak membutuhkan banyak air ketika telah tumbuh.

Pengelolaan tanah yang sedang diolah oleh pemilik berakibat kondisi fisik tanah jadi berubah fungsi. Dalam hal ini, status tanah tersebut harus merujuk pada aspek hukum. Misal, sebidang tanah sedang difungsikan sebagai kolam tanah. Secara fisik, sebidang tanah tersebut termasuk kategori tanah basah. Akan tetapi, dari aspek hukum, tanah tersebut berstatus sebagai tanah kering. Maka, untuk kasus tersebut, status tanah tersebut mengikuti makna tersurat dari aspek hukum.

Jual tanah yang berstatus tanah basah dan tanah kering memiliki perbedaan harga jual yang lebar. Harga jual tanah kering lebih tinggi dibandingkan harga jual tanah basah. Besaran pajak yang dikenakan pada tanah kering lebih tinggi dibandingakan pada tanah basah pada luasan dan lokasi yang sama. Variasi harga jual tanah lebih kentara jika dilihat dari segi lokasi lahan, topografi lahan dan ketersediaan akses jalan. Harga jual tanah di dalam lokasi permukiman lebih tinggi dibandingkan di luar permukiman. Semakin mudah ketersediaan akses jalan menuju lokasi tanah yang dijual, semakin bernilai tinggi harga jual tanah tersebut. Topografi tanah dengan kemiringan yang besar, harga jual tanah tersebut lebih rendah dibandingkan topografi tanah yang datar.

27973457_1849711988394637_6766296868100564085_n

Beda Tanah Basah dan Tanah Kering

Hal yang harus diperhatikan oleh semua pihak dalam persoalan jual tanah agar terhindar dari kerugian secara hukum antara lain: pihak penjual maupun pembeli tanah harus jelas dan terang, objek materi tanah bebas dari sengketa.

Nah, sedikit ulasan mengenai beda tanah basah dan tanah kering dari www.rumahklaten.com semoga bisa menjadi bahan pertimbangan untuk lebih teliti saat membeli tanah. Jual beli tanah lebih mudah dapat di temukan semua informasi mengenai jual beli tanah hanya di www.rumahklaten.com.

Saat menghubungi penjual, sertakan info dari www.rumahklaten.com
Silahkan Share Info Bermanfaat IniShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn
Categories: Tips Rumah Klaten

Comments are closed.