Silahkan Share Info Bermanfaat IniShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Cara Menghitung BPHTB Yang Benar

BPHTB adalah singkatan dari Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan. Pajak atau bea ini dikenakan ketika kita melakukan pembelian tanah, berbeda dengan penjual yang dikenakan pajak penghasilan (PPh) atau uang pembayaran harga tanah yang diterima. Dalam melakukan transaksi jual beli tanah yang menjadi subjek pada pajak biaya BPHTB kepada pribadi ataupun badan yaitu pembeli.

Pada saat transaksi jual beli tanah yang menjadi subjek pada pajak BPHTB kepada pribadi ataupun badan yaitu pembeli dasar pemberian BPHTB adalah nilai perolehan objek pajak NJOP atas harga transaksi. Sedangkan untuk nilai tukar menukar hibah atau warisan maka dikenai pajak NPOP.

NPOP bisa saja lebih kecil atau lebih besar dari NJOP tergantung dari kesepakatan pembeli dengan penjual. Jika harga transaksi lebih kecil dari NJOP maka dasar penentuan NPOP adalah nilai NJOP dan begitupun sebaliknya.

27655291_354955911640839_4674568063372672277_n

Cara Menghitung BPHTB Yang Benar

Faktor lain yang menentukan besarnya nilai BPHTB adalah Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP). Ini merupakan nilai pengurangan NPOP sebelum dikenakan pajak BPHTB. Sekitar 5 %.

Sedikit ulasan tentang Cara Menghitung BPHTB Yang Benar dari www.rumahklaten.com. Semoga ulasan ini menjadi bermanfaat. Lebih jelas mengenai cara menghitung BPHT yang benar kunjungi situs www.rumahklaten.com banyak ualsan mengenai cara menghitung BPHTB yang benar. Informasi mengenai jual beli tahah rumah dan lain sebagainya dapat di temukan juga di www.rumahklaten.com.

Saat menghubungi penjual, sertakan info dari www.rumahklaten.com
Silahkan Share Info Bermanfaat IniShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn
Categories: Tips Rumah Klaten

Comments are closed.