Silahkan Share Info Bermanfaat IniShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Tips Membangun rumah di Area Pegunungan

Rumah di area pegunungan memang memiliki pesona yang luar biasa. Inilah mengapa banyak orang berlomba-lomba membangun villa maupun kawasan wisata dan bisnis di wilayah berkontur ini. Pemandangan alam yang indah serta udara yang sejuk adalah alasan utama seseorang mengincar kawasan tersebut. Tidak heran jika harga lahan di area ini semakin meroket.

Tetapi, selain memiliki banyak keunggulan, lahan di area pegunungan juga memiliki banyak risiko. Risiko terbesarnya adalah longsor. Longsor tidak hanya bisa menimbun aset properti Anda yang berharga, tapi juga nyawa manusia. Karenanya, jika Anda ingin membangun rumah atau bangunan lain di area ini, perhatikan dulu Tips Membangun rumah di Area Pegunungan berikut.

1. Tingkat kemiringan

Semakin curam (mendekati vertikal) kemiringannya, maka potensi terjadinya longsor juga akan semakin besar. Kemiringan maksimal lahan yang bisa didirikan rumah di atasnya adalah 30°. Untuk kemiringan di atas 30°, Anda harus membuat retaining wall atau turap, yaitu dinding penahan tanah untuk meminimalisasi terjadinya longsor. Cara yang belakangan paling banyak dipakai adalah cut and fill, yaitu mengeruk tanah untuk meratakan bagian yang curam. Cara ini bisa saja dilakukan. Tetapi, jika di kawasan yang sama hal ini terlalu sering diterapkan, maka berpotensi mengubah penampakan kontur dan berpotensi menimbulkan bencana alam.

2. Koefisien dasar bangunan

Koefisien Dasar Bangunan (KDB) ditetapkan untuk menjaga jumlah area hijau dan kelestarian lingkuhan hidup di wilayah permukiman. Di wilayah yang datar, KDB-nya adalah 60% dengan area hijau 40%. Untuk daerah berkontur seperti perbukitan dan pegunungan, berlaku kebalikannya. Ini karena sifat tanah di lahan berkontur yang lebih rawan longsor, sehingga harus dipastikan bahwa luasan area hijau tetap tersedia dengan baik.

3. Daerah aliran air

Sebelum membali lahan atau bangunan di pegunungan, perhatikan apakah tempat tersebut masuk atau dekat dengan daerah aliran air. Daerah aliran air ini cukup berbahaya karena strukturnya lebih labil/mudah berubah. Tanahnya juga cenderung mengalami pergerakan terus-menerus, sehingga pembangunan di area ini tidak diperkenankan. Daerah aliran air bisa diketahui dari bentuk lekukan. Jika Anda memandang dari kejauhan bahwa wilayah tersebut masuk dalam lekukan gunung, maka itulah termasuk daerah aliran air

4. Fasilitas dan aksesbilitas

Tidak semua daerah di pegunungan memiliki akses yang mudah seperti di kota-kota wisata. Daerah pegunungan juga biasanya jauh dari berbagai fasilitas umum, seperti sarana pendidikan, sinyal telepon seluler dan internet, fasilitas kesehatan, maupun tempat pemenuhan kebutuhan pokok. Jika Anda membeli rumah dari pengembang, pastikan pengembang tersebut sudah menyiapkan berbagai fasilitas yang dibutuhkan.

5. Pertimbangkan untuk Membangun Rumah yang Dekat Pemukiman

Pastikan anda membangun rumah yang masih pada area yang dekat dengan pemukiman warga sekitar. Hal ini untuk menghindari kemungkinan terjadinya ancaman hewan liar atau ancaman lainnya yang membahayakan keluarga anda.

Tips Membangun rumah di Area Pegunungan

Demikian beberapa Tips Membangun rumah di Area Pegunungan dari www.rumahklaten.com. Bagaimana? Masih berminat membangun rumah di wilayah pegunungan? Semoga tips diatas bermanfaat.

 

 

 

 

Saat menghubungi penjual, sertakan info dari www.rumahklaten.com
Silahkan Share Info Bermanfaat IniShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn
Categories: Uncategorized

Comments are closed.